Posted by: sherlockh30 | November 9, 2008

TIPS : How to Know It’s Time to Quit Your Job

Ah yes, bagaimana seorang karyawan benar-benar tau kapan ‘minggat’ dan bukan hanya perasaan ‘ingin’ minggat. Heri Samuel Marbun memaparkannya. (bukan untuk mengintimidasi Anda)

  1. Pekerjaan Anda membuat Anda sakit. Jika Anda sering sakit karena pekerjaan, tubuh pasti akan berteriak “CABUT!!”. Banyak hal di dalam lingkungan kerja yang dapat membuat sakit. Stress dapat bermanifestasi menjadi migraine, pegal, letih berkepanjangan, insomnia bahkan rambut rontok. Stress yang berkepanjangan juga dapat mengganggu kesehatan mental, menyebabkan depresi dan konsekuensi serius lainnya. Jangan pernah mau barter kesehatan demi pekerjaan.
  2. Jalan Buntu. Jika telah menguasai segala aspek pekerjaan semenjak 2 tahun silam, dan tidak pernah lagi mendapat tantangan, pastinya bosan. Jika tidak diberi kesempatan untuk berkembang dalam perusahaan Anda – atau posisi di atas Anda adalah “owner” -mungkin lebih baik mencari kesempatan lain di luar.
  3. Ketakutan tanpa alasan. Kadang, kantor tidak ada bedanya dengan sekolah. Gosip, kecemburuan sosial, kubu-kubu dan faksi. Hubungan buruk dengan kolega dapat menjadi penghalang secara maksimal melakukan pekerjaan. Dan pahitnya, situasi hampir selalu tidak membaik. Jika sudah mengambil semua langkah untuk memperbaikinya, dan tidak juga membuahkan hasil, Anda sebaiknya mencari lingkungan kerja lain yang lebih…kondusif?
  4. Boss tidak “sayang”. Berasosiasi dengan kolega yang ‘bete-in’ adalah satu hal, tetapi yang lebih “mem-bete-kan” jika boss tidak suka dengan Anda. Bisa saja Anda yang sensitive, tetapi jika tidak, banyak hal yang dapat membuat bosss tidak ‘sayang’. Performa yang menurun, sering terlambat, percakapan Anda tentang ‘pelitnya boss gua’ terdengar oleh sang boss, dan sebagainya. Jika tidak lagi dilibatkan dalam proses kerja atau rapat, mendapatkan tanggung jawab yang kurang, ada baiknya hadapi boss Anda terlebih dahulu, sebelum mengambil langkah drastis seperti membeli Koran Kompas dan menggeledah halaman “DICARI…”
  5. Anda tidak suka tanggung jawab yang diembankan. Sudah saatnya menolak aktifitas ilegal yang diembankan oleh boss terhadap Anda. Lebih baik kehilangan pekerjaan, daripada kehilangan martabat. Banyak yang punya keberanian untuk melakukan aktifitas yang ‘agak tidak etis’, tetapi jika Anda tidak termasuk dalam kategori tersebut, boss tidak akan mendapatkan wahyu dari surga tentang apa etika itu. Lebih baik cari yang lain.
  6. Anda memang ingin quit. Poin ini adalah yang paling masuk akal, apa pun alasannya. Mungkin Anda dapat tawaran lebih baik atau ingin lebih meluangkan waktu untuk keluarga. Jika kata hati Anda sudah berkumandang demikian, dengarkan. Lagipula, jika di kemudian hari ingin kembali ke perusahaan yang dulu, Anda bisa coba membujuk boss untuk mempekerjakan kembali. Selamat mencoba!

taken form : http://www.clearafterhours.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: