Posted by: sherlockh30 | December 20, 2008

Memahami Orang Lain

Artikel ini diambil dari Tabloid Layanan Prima UOB Buana. Cerita yg sangat menarik perlu saya sharing dengan teman2 blogger karena saya sendiri mengalami, dan Anda pun mungkin memiliki pengalaman unik yg lain. So mari kita baca & kita renungkan artikel menarik di bawah ini. Selamat membaca & enjoy it !

Minggu lalu saya menunaikan janji saya kepada istri dan 2 putri saya untuk mengajak mereka
berlibur ke luar kota dengan tujuan utama Yogya tempat tinggal orang tua saya. Mengingat
perjalanan yang panjang saya memutuskan untuk singgah ke beberapa tempat untuk bermalam
yaitu di Baturaden Purwokerto pada saat berangkat dan Cilacap serta Bandung pada saat pulang.

Perjalanan kali ini saya rencanakan dengan teliti karena saya tidak mau membuang watu di
perjalanan hanya untuk berdebat mengenai tempat yang hendak disinggahi.
Praktis selama 6 hari kemarin saya tidak lepas dari keluarga saya dan ternyata banyak hal-hal
baru yang saya lihat pada diri istri dan kedua putri saya. Saya baru sadari bahwa ternyata istri
saya terlihat lebih cantik dengan potongan rambutnya yang baru (saat saya katakan hal ini dia
langsung mencubit saya).

Hal ini luput dari amatan saya karena pada tiap hari kerja waktu untuk
bertemu sangat sedikit. Anindya putri sulung saya, kini semakin menyadari kehadiran Anindita
adiknya sebagai sebuah ‘mainan baru’ untuk bisa dicubit, dipeluk dan diciumnya. Dan Anindita,
sebagai anggota keluarga termuda (10 bulan) kini mulai mau membuka dirinya terhadap siapa
saja dan terhadap apa saja yang dilihat dan dipegangnya. Perubahan-perubahan yang selama
ini luput karena kesibukan pada hari-hari kerja saat itu benar-benar saya amati dan nikmati.

Selama 6 hari meluangkan waktu bersama mereka saya menjadi dapat lebih memahami
kebiasaan, kesenangan maupun ketidaksukaan masing-masing. Anindya misalnya, dia akan
minta diantar ke kamar kecil untuk pipis sebelum tidur malam dan kalau kami makan ikan
gurameh goreng dia seringkali memakan bagian sirip ikan yang garing seperti krupuk daripada
bagian dagingnya. Anindita adiknya, apabila perutnya sudah cukup kenyang dia akan segera
memonyongkan mulutnya sebagai tanda tidak mau lagi menerima asupan makanan atau susu
dari botol. Apabila kita memaksakan juga dia akan dengan senang hati menyemburkan apapun
yang masuk kedalam mulutnya.

Memahami orang lain adalah bagian penting dalam dalam menciptakan hubungan yang baik
dengan orang-orang terdekat dan juga dalam kehidupan bersosialisasi dengan masyarakat .
Ada banyak orang pandai tetapi dia tidak mampu memahami orang lain sehingga dengan
kepandaiannya dia malah membuat orang lain kecewa, merasa disakiti, dan diremehkan.
Memahami orang lain bukanlah perkara yang mudah, tapi juga tidak sulit bila kita mau untuk
membuat diri kita paham akan tingkah laku dan kecenderungan orang lain. Ketika kita mencoba
memahami orang lain, misalnya tidak tertawa jika teman sedang menangis, maka suatu ketika
orang lain tidak akan mentertawai diri kita ketika kita mengalami kejadian seperti itu. Orang akan
paham bahwa kita peduli terhadap nasib atau keadaan orang lain dan seperti teori psikologi
bahwa setiap ada aksi maka akan timbul reaksi.

Seorang rekan saya bermaksud untuk menyenangkan hati istrinya dengan membelikan seporsi
mie goreng kesukaannya dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumah. Sesampainya di rumah
istrinya membuka mie goreng itu dengan suka cita untuk dimakan bersama. Sejenak keriangan
wajah istrinya surut saat melihat mie goreng dihadapannya. “Mas, kok mie gorengnya pakai
udang sih? Apa mas lupa kalau aku kan alergi dengan udang?”. Saat itulah teman saya itu sadar
bahwa selama sekian tahun menikah ternyata dia tidak begitu memperhatikan dan memahami
hal-hal kecil dari istrinya. ”Aku bingung mau jawab apa Rif, karena aku sendiri memang nggak
ingat sama sekali dengan hal itu”, ungkapnya.

Memahami orang lain apapun bentuknya dapat mendatangkan kemudahan. Seorang suami
yang mengerti benar istrinya akan dengan mudah mendapatkan curahan cinta dan kasih setiap
waktu. Seorang pimpinan akan dengan bisa lebih dekat dengan bawahannya dan begitu juga
sebaliknya. Dan sebuah bank yang mampu memahami keinginan dan kebutuhan nasabahnya
akan dapat dengan mudah mendapatkan kepercayaan nasabah untuk menyimpan uangnya di
bank itu.

Saya sendiri masih terus mencari tahu apa yang menjadi kesenangan, kebiasaan, dan hal-hal
lain dari istri dan putri-putri saya agar saya dapat lebih memahami mereka. Dan saya merasa
proses ini sebagai sebuah ’petualangan’ yang menyenangkan!

(taken from “Layanan Prima UOB Buana”)


Responses

  1. Setuju bgt sih, aku jg sering dihadapkan pd kondisi memilih antara memenuhi kebutuhanku dgn memahami kebutuhan (dan perasaan tentunya) org lain. Yeah, aku mgk bkn org paling baik di dunia tp alangkah buruknya mjd org yg egois. Dari lubuk hatiku yg paling dalam aku minta maaf sama yg punya blog krn sudah byk membuat dia merasa tdk nyaman tp aku tahu dia sayang sama aku makanya walau berat tetap dilakukannya dengan senyum (walau mekso hehe..) love and peace and gaul ya nyong…thank 4 being there when i need u, you are my treasure.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: