Posted by: sherlockh30 | December 27, 2008

Terperangkap Dalam Keikhlasan Bersedekah (Just My Thought)

Saya suka dengan konsep ustad Yusuf tentang bersedekah. Bahwa selain sedekah itu adalah harta kita yang sebenarnya, tabungan kita di akhirat juga akan menambah rejeki kita. Ustad Yusuf telah memberikan banyak contoh tentang bagaimana orang bersedekah bukan hanya “uang receh” saja. Kadang saya tertawa sendiri krn kebiasaan kita kalau mau sedekah ato “nyumbang” kita cek dompet kita, mana satuan uang yg PALING KECIL.

Taruhan klo ada uang 1.000, 5.000, 10.000, 20.000, dan 50.000 kita pasti akan mengambil uang seribu-an itu untuk disedekahkan, syukur2 kita nggak masih nyari lagi apa punya 500-an he..he..Akankah kita berpikir untuk menyumbang lembar 50.000-an dengan IKHLAS? Sekali lagi, dengan IKHLAS? Kita akan berpikir, “wah sayang 50.000 disumbangin, kan bisa dibeliin yg lain, dibuat makan kek, nonton, sewa film, ke warnet”…dan beribu2 alasan yg lain. Pernahkah kita berpikir bahwa 50.000 yg akan kita sumbangkan itu adalah “tabungan” kita di akhirat dan semakin besar satuan uang yg kita sumbangkan, semakin besar pula Allah akan membalasnya dg rejeki yg lain?

Well mungkin cuman sekian persen orang saja yg berpikir seperti itu. Sebagian kecil dari masyarakat kita. Bahkan jika kita sudah berpikir seperti itu, setan tidak akan berhenti menggoda kita. Kadang kita juga bisa terperangkap dalam keikhlasan kita bersedekah. Apa maksudnya? Well waktu Jum’atan kemarin saya cek dompet saya, ada 50.000 2 lbr sama 1.000-an. Pikir2 mau amalin ajaran Ust. Yusuf aah…pilih satuan uang terbesar untuk infaq alias lembar 50.000-an saya. Tapi saya jadi berpikir kembali, apa saya ikhlas meng-infaq-kan uang 50.000 ini? Atau jangan2 saya cman pingin 50.000 yg saya infaq-kan ini diganti oleh Allah dg 100.000? Bukan semata-mata krn mengharap ridho-nya?

Well inilah jebakan iblis sodara2…ceileee kayak ceramah aja…well what do you think guys? Pernah ngalamin yg seperti ini?
Semoga Allah tetap menjaga hati kita bersih dari segala niatan yg tidak baik & tidak terperangkap dalam keikhlasan kita sendiri. Amin.


Responses

  1. hehehehe..
    ikhlas itu ibarat kentut..
    setelah dikeluarkan ya udah gak perlu dibahas lagi…
    (biasanya) orang kentut gak mau ngaku kalau dia abis kentut..

    tul gak tuh?

  2. Pernah dan sering ngalamin dilema ini :))
    Tapi prinsip yg aku pegang adalah IKHLAS. Berapapun itu, asalkan ikhlas, Insya Allah barokah.
    Meskipun begitu, paling tidak harus ada batas minimnya, kita sendiri yang harus bertekad membuat batas itu. Kalau ke toilet di mall aja Rp.1000, masak sih ke surga cuman Rp. 500? Itu ucapan Aa Gym yang selalu terngiang. Jadi, kalau kita sudah niat sedekah dan melihat uang yg ada di dompet 1000, 10.000, 20.000, dan 50.000 mana yang dipilih? Hmmm….bulan ini Alhamdulillah ada rejeki tambahan dari HR koreksi. 2,5%-nya sekitar 15.000, jadi dibulatkan saja sedekahnya jadi 20.000. Kalau yg 50.000 ntar buat beli bensin karena tadi pagi meteran penunjuknya sudah hampir Empty.
    Kira-kira begitu gambarannya….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: